FillanSam-Mantan Wakil Presiden RI Jusuf
Kalla memberikan penghargaan tinggi kepada cendekiawan muslim Prof. Dr.
Azyumardi Azra dengan mengatakan bahwa beliau lebih cerdas daripada menteri
semasa ia bertugas sebagai wakil presiden. Pujian ini ia sampaikan dalam
launching buku "Cerita Azra" di Hotel Nikko Jakarta, Rabu
malam. Pada saat Jusuf Kalla menjabat sebagai Wakil Presiden RI,
Azyumardi memang menjadi sekretarisnya (Seswapres). Selain menyoroti kecerdasan
Azra, Jusuf Kalla juga memuji kesederhanaan pria yang dianugerahi gelar
kebangsawanan Inggris ini. "Bahkan saking sederhananya, Azra jarang ganti
warna bajunya," tukas Kalla yang disambut gelak tawa hadirin.
Launching yang digelar oleh Penerbit Erlangga ini dihadiri lebih dari 60 undangan yang terdiri atas wartawan media cetak dan elektronik serta kolega Azyumardi Azra. Acara talkshow dalam launching ini menampilkan para pakar yang merupakan sahabat Azyumardi Azra: H. M. Jusuf Kalla, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, dan Todung Mulya Lubis. Begitu banyaknya sisi kehidupan Azyumardi Azra yang diulas dalam acara ini membuat hadirin enggan untuk meninggalkan kursi hingga acara berakhir. Talkshow dipandu oleh presenter TV One, Bagus Priambodo.
Launching yang digelar oleh Penerbit Erlangga ini dihadiri lebih dari 60 undangan yang terdiri atas wartawan media cetak dan elektronik serta kolega Azyumardi Azra. Acara talkshow dalam launching ini menampilkan para pakar yang merupakan sahabat Azyumardi Azra: H. M. Jusuf Kalla, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, dan Todung Mulya Lubis. Begitu banyaknya sisi kehidupan Azyumardi Azra yang diulas dalam acara ini membuat hadirin enggan untuk meninggalkan kursi hingga acara berakhir. Talkshow dipandu oleh presenter TV One, Bagus Priambodo.
Prof. Dr. Komaruddin Hidayat yang sekarang menjadi
penerus Azyumardi Azra sebagai rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta
menyatakan bahwa Azyumardi Azra merupakan jendela dinamika Islam di Indonesia.
Azra telah berhasil membawa UIN ke dunia internasional, dengan fakta bahwa
Dunia Barat kini melihat Islam di Indonesia melalui 3 (tiga) organisasi, yaitu
Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan UIN. Sedangkan pakar hukum Todung Mulya
Lubis mengagumi sosok Azra sebagai seorang senior yang haus akan pengetahuan.
Azra merupakan tokoh Islam liberal yang tidak berafiliasi dengan partai politik
manapun, termasuk dengan kelompok Jaringan Islam Liberal sendiri.
Dalam kalimat penutupnya, Prof. Dr. Azyumardi Azra merasa "miris" dengan nasib umat Islam yang mayoritas namun memiliki perasaan sebagai orang minoritas. Oleh karena itu, dalam bukunya beliau mengusahakan agar umat Islam bangga akan keislamannya, tidak terkungkung oleh perasaan dan sentimen tertentu.
Buku "Cerita Azra" yang diterbitkan oleh Penerbit Erlangga ditulis oleh seorang wartawati, Andina Dwifatma, yang mengupas perjalanan hidup Prof. Dr. Azyumardi Azra sejak kecil hingga diakui dunia sebagai salah satu cendekiawan muslim berwawasan internasional. (www.erlangga.co.id)
Dalam kalimat penutupnya, Prof. Dr. Azyumardi Azra merasa "miris" dengan nasib umat Islam yang mayoritas namun memiliki perasaan sebagai orang minoritas. Oleh karena itu, dalam bukunya beliau mengusahakan agar umat Islam bangga akan keislamannya, tidak terkungkung oleh perasaan dan sentimen tertentu.
Buku "Cerita Azra" yang diterbitkan oleh Penerbit Erlangga ditulis oleh seorang wartawati, Andina Dwifatma, yang mengupas perjalanan hidup Prof. Dr. Azyumardi Azra sejak kecil hingga diakui dunia sebagai salah satu cendekiawan muslim berwawasan internasional. (www.erlangga.co.id)
