header niko 728 x 90

Sabtu, 09 November 2013

MEMBACA

MEMBACA UNTUK NUTRISI OTAK
Kuliah Umum Jumat, 25 Oktober 2013.
Kuliah umum kali ini bermateri Ringan dan lebih banyak membahas untuk membangkitkan kesadaran ttg “Manfaat Membaca secara Umum dan Manfaat Membaca Buku”
v  Membaca adalah salah satu aktivitas yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya.
Hingga saat ini kita belum menemukan gajah, kucing, ayam, ikan , atau hewan lainnya yang membaca, lalu mencerapnya menjadi suatu pemahaman makna untuk otaknya. Lain halnya dengan manusia melakukan aktivitas membaca untuk mendapatkan sesuatu yang berharga bagi kelangsungan hidupnya berupa kecerdasan dan intelektualitas.
Dalam kehidupan manusia, aktivitas membaca bisa merangsang otak sehingga membantu syaraf – syaraf ke dalam tubuh lebih aktif memelihara organ tubuh lainnya. Proses ini sama seperti olahraga fisik. Aktifitas membaca sama seperti kita minum suplemen makanan agar tubuh tetap segar dan bugar. Artinya membaca merupakan proses penyaluran nutrisi pada otak agar kondisi mental tetap terjaga, terutama dalam hal intelektualitas. Dengan memcaca, pikiran kita akan terbuka pada segala hal dan mencerapkannya sebagai [esan berharga ( wawasan ). Hal tersebut tentua akan diikuti oleh peningkatan kualitas hidup kita.
Bukan hanya isapan jempol bahwa aktivitas membaca bisa memberikan nutrisi  untuk otak. Faktanya banyak penelitaian yang sudah membuktikannya seperti yang dilakukan ahli syaraf dari inggris, susan Greenfield, menurutnya orang yang membaca buku cerita akan merangsang otak manusia untuk berfikir secara berurutan dan menghubungkan sebab – akibat jika orang tersebut menghadapi masalah. Greenfield yang juga ahli penangganan Alzheimer dan Parkinson menganalisis bahwa orang yang sering membaca bisa mengantisipasi risiko penyakit parkison dan Alzheimer. Pasalnya membaca adalah proses yang merangsang syaraf – syaraf dalam otak agara bergerak aktif merespon syarat lainnya didalam tubuh.
Hasil analisis Greenfield hamper serupa dengan hasil penelitian university of sussec, inggris yang menyebutkan bahwa aktivitas membaca selama enam menit bisa mengurangi tingkat stress lebih baik, yakni dua pertiganya dibandingkan mendengarkan music atau berjalan – jalan. Penelitan lainnya di forum kedokteran amerika pada tahun 2009 mengadakan riset melalui pindai otak bahwa orang membaca dapat mengaktifkan area otaknya sehubungan dengan pengalaman – pengalaman dalam kehidupan nyata sehingga bisa menciptakan jalur syaraf baru.
Menciptakan aktivitas membaca bisa dengan media apa saya. Baik itu dengan buku, majalah, Koran , maupun dari arsip computer atau jaringan internet. Namun dari sekian media itu, buku, majalah dan Koran adalah media yang paling tepat untuk meransang aktivitas membaca ketimbang bacaan yang dibaca lansung dari computer maupun jaringan internet
Meski sekarang ini popularitas buku semakinn meredup karena tergantikan dengan informasi – informasi instan yang lebih cepat melaui internet, toh buku lebih aman  dibaca ketimbang internet. Aktivitas membaca secara terus – menerus dari layar computer bisa membuat mata lelah dan rusak. Karena itulah membaca buku, majalah dan Koran merupkan aktivitas yang memberikan nutirisi lebih baik dan bermanfaat.
Berikut beberapa manfaat membaca bulu :
·       Meringankan stress
·       Menjauhkan risiko penyakit Alzheimer
·       Mengembangkan pola tidur sehat
·       Meningkatakan konsentrasi belajar hal baru
·       Membantu meningkatkan karier
·       Menambah perbendaharaan kata
Namun harus diingat, sekedar membaca saja jadi kurang bermanfaat jika kita mengabaikan pesan – pesan bermakna dari bahan bacaan yand dkandungnya.
Pepatah lama mengatakan “ membaca tanpa berpikir, seperti makan tanpa mengunyah “ ini artinya membaca buku harus disertai proses berpikir dengan cara menangkap pesan  - pesan atau symbol – symbol dari bahan bacaan yang bersangkutan. Kondisi inilah yang  sebenarnya dibutuhkan otak agar tetap sehat dan terjaga.
Nah, kuliah umum kita kali ini juga kita khususkan mempelajari tentang Manfaat Membaca Buku:
v Manfaat Membaca Buku
Menurut Jordan E. Ayan tentang manfaat membaca buku adalah untuk memicu daya kreativitas. Berikut diuraikan, secara menarik, oleh Jordan E. Ayan :
“Di sepanjang hampir seluruh jenjang pendidikan, kita diajari membaca terutama untuk mencari informasi, bukan untuk memahami bahwa membaca berpengaruh positif terhadap kreativitas. Kita banyak diajari ‘cara ampuh untuk membaca’, bukan ‘keampuhan membaca’. 

“Pendapat saya, salah satu tujuan terpenting membaca adalah mengorbankan gagasan dan upaya kreatif. Peristiwa membaca yang terbaik pada hakikatnya adalah siklus hidup mengalirnya ide pengarang ke dalam diri kita, dan pada gilirannya ide kita mengalir balik ke seluruh penjuru dunia dalam bentuk benda yang kita hasilkan, pekerjaan yang kita lakukan, dan orang-orang yang terkait dengan kita.” 

Pada 1851, ahli filsafat Jerman, Arthur Schopenhauer menulis, “Membaca setara dengan pikiran menggunakan pikiran orang lain, bukan pikiran sendiri.” Dengan membaca, kita mampu menyelami pikiran orang lain dan menambahkan pemikiran serta pengalaman orang lain ke dalam pemikiran dan pengalaman kita sendiri. 

Beberapa manfaat membaca buku, menurut Jordan E. Ayan, yang berdampak bagi perkembangan sebagian besar jenis kecerdasaan, diantaranya adalah,
- Membaca menambah kosakata dan pengetahuan akan tata bahasa dan sintaksis. Yang lebih penting lagi membaca memperkenalkan kita pada banyak ragam ungkapan kreatif, dan dengan demikian mempertajam kepekaan linguistik dan kemampuan menyatakan perasaan. Dengan membaca, kita belajar mengenai metafora, implikasi, persuasi, sifat nada, dan banyak unsur ekspresi lain yang semuanya penting bagi segala jenis seniman, pelaku bisnis, atau penemu. 

- Banyak buku dan artikel yang mengajak kita untuk berintropeksi dan melontarkan pertanyaan serius mengenai nilai, perasaan, dan hubungan kita dengan orang lain. 

- Membaca memicu imajinasi. Buku yang baik mengajak kita membayangkan dunia beserta isinya, lengkap dengan segala kejadian, lokasi, dan karakternya. 

Inilah empat langkah yang dianjurkan Jordan E. Ayan untuk dilakukan agar dapat mengembangkan rencana membaca dalam konteks kreativitas. 

Langkah 1 : Berjanji untuk Membaca secara Kreatif Setiap Hari
Membuat catatan kecil untuk mengingat isi buku yang sudah dibaca, Karena perlunya membaca ulang untuk mencari sesuatu yang diperlukan. 

Langkah 2 : Membaca secara “Ngemil”
Unsur utama program membaca kreatif adalah melakukan beberapa kegiatan membaca singkat di tengah kesibukan sehari-hari. Cari saat-saat singkat lima hingga sepuluh menit agar bisa istirahat untuk membuat pikiran lebih segar. 

Langkah 3 : Bacalah dari Beragam Sumber Bacaan
Bacalah dari sebanyak mungkin sumber bacaan dalam masa rehat singkat yang tersedia. Anggaplah membaca seperti ini sebagai “ngemil”, bukan makan besar pada hari itu.
Langkah 4 : Terapkan Apa yang Anda Baca dalam Kehidupan Sehari-hari
Inilah inti rencana membaca kreatif. Pada tahap ini, pemunculan ide mungkin terjadi. 

Pelontaran Pertanyaan Prabaca
Sebelum membaca sesuatu, bertanyalah pada diri sendiri dengan keras-keras, “Apa yang sedang saya lakukan atau kerjakan saat ini, yang akan memberikan manfaat jika saya memperoleh ide baru?” Terapkan pertanyaan ini dalam masalah bisnis, hobi, proyek-proyek seni, serta dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.