Bumi Mutiara, 19Okt'14. Bisnis itu butuh perhatian, kemauan bahkan mental yg kuat. Jatuh bangun itu sudah lazim dalam dunia bisnis. Demikian juga dg Dunia marketing, yg akrab dg kesuksesan dan keberhasilan juga. Pengalaman kita dalam menjalankan tanggungjawab sebagai Tenaga Marketing, membuat kita sarat dg pengalaman, bagaimana kita bangkit dari keterpurukan, kegagalan bahkan depresi yg kuat. Pasar itu tdk selalu kondusif, apalagi regulasi-regulasi yg mengatur pasar belum mampu kita sisasati, maka strategi kita sering kita anggap tumpul. Strategi tanpa judul, tanpa defenisi bahkan tanpa orientasi dan pola yg jelas, sehingga pasar sulit kita kendalikan dan "manpat"kan. Kondisi inilah yg menyebabkan kita salah menterjemahkan pasar terutama strategi, promosi yg dibutuhkan, produk yg sesuai bahkan kekuatan pasar. Bila hal ini terjadi, maka kita harus kembali ke "basic" membuat analisis dan hipotesa yg lebih pasti.
Hipotesa ini terutama utk meneliti orientasi pasar dan kebutuhan yg diperlukan untuk mencapai ekpektasi tersebut. Bila hal ini sdh berhasil kita lakukan mendekati kebenaran, maka hasil analisis itulah kita gunakan untuk menentukan "Strategi dan Produk" yg akan kita distribusikan ke pasar.
TANGGUNGJAWAB DAN PENGAWASAN
Bisnis penerbitan tidak lepas dari Tanggungjawab Moral, sosial dan intelektualitas. Bukan hanya bisnis semata. Tanggungjawab tersebut harus diimplementasikan dalam setiap Program kegiatan, mulai dari Penciptaan Tulisan, Editor, Percetakan, Promosi, Penjualan hingga pasca penjualan. Seharusnya Pemerintah melakukan kontrol dan pengawasan terhadap semua tahapan, proses dan hasil penerbitan. Regulasi dan sistem pengawasan harus memadai supaya fungsi dan hasil suatu proses penerbitan, sesuai dengan visi dan misi penerbit tersebut. Dengan demikian, maka peranan penerbit pada pembangunan bangsa memberikan kontribusi positif.
Akan tetapi, pemerintah juga harus ikut melestarikan dan berupaya juga membantu Unit Usaha yg di jalankan penerbit, sehingga dapat menghidupi dan mengembangkan perusahaan itu sendiri. Memang kontrol sosial tetap berjalan, akan tetapi barang tentu tidak cukup atau kurang memadai. Yang berakibat, sering terjadi produk suatu penerbitan, loss kontrol, sehingga sering produk sdh dibeli dan dikonsumsi masyarakat, baru terjadi komplain dan gejolak, barulah pemerintah bereaksi dan mengeluarkan wewenangnya.
Bila pemerintah, mampu memanfaatkan dan memberdayakan Penerbit sebagaimitra strategis, maka kontribusi penerbit akan lebih maksimal terhadap kemajuan bangsa dan negara, khususnya memajukan pendidikan dan intelektualitas bangsa.
PERSIAPKAN TIM
Untuk menjalankan "multiprogram dan multisale" perlu perencanaan dan perhitungan yang matang. Terutama untuk Pembuatan Program harus penuh pertimbangan baik dari sisi promosi maupun sebagai bentuk sumbangsih kepada pelanggan. Dg sumbangsih, tersebut pelanggan merasakan bantuan dan manfaat yang lebih, terutama meningkatkan kwalitas akademik, ketrampilan, moraltas, semangat dsb.
Aplikasi strategi
Nikmati hasil
Strategi continiuitas
Sukses berkepanjangan