Matematika, huuhh pusing, serius, payah, gak ah... Itu yang sering kita dengar ketika diajak belajar matematika. Makanya saya awali kata bermain, supaya otak kita langsung terangsang terlebih dahulu. Demikianlah salah satu kunci kata para psikolog, untuk memancing otak dan pikiran kita bersedia mengikutinya. Nah, baiklah, pada topik kali ini kita mulai bermain matematika yang sangat sederhana, sebagai pembukaan, untuk memecahkan dua persoalan yang sering dihadapi masyarakat. Bagi teman-teman pembaca, yang bersedia merespon dan memberikan jawabannya di bawah tulisan ini akan kami berikan HADIAH khusus.
- Seorang pedagang kue, sering melayani konsumennya untuk memotong kuenya, sesuai dengan permintaan sang konsumen. Nah, kali ini si tukang kue memberikan pertanyaan ke kita. Kue tart coklat bentuknya bulat, akan dipotong menjadi 16 potong dengan ukuran percis, tetapi cukup 4 kali pisau digunakan untuk mengiris/memotong. Sudah ketemu jawabannya kan? Mudah kan, apalagi yang sudah biasa ngiris kue, tentu sangat mudah.
- Persoalan matematika kedua adalah terjadi di Kota Pekanbaru, sebuah organisasi mahasiswa sedang memilih Ketua Senat Mahasiswa. Calon ketua ada 3 orang namanya Arman, Budi dan Cintya. Jumlah anggota senat yang memiliki hak pilih ada 120 orang. Calon kuat yang sangat berpengaruh adalah Arman dan Cintya, masing-masing mereka meiliki pendukung sekitar 40%, sedangkan Budi sisanya. Arman membawa isu-isu tradisional dalam kampanenya di kampus seperti agama, suku dan perjuangan hak-hak mahasiswa. Cintya merupakan kandidat yang cukup cantik dan bodynya bagus, karena dia juga pernah terpilih sebagai pemenang pada pemilihan pasangan muda berpakaian tradisional di Propinsi Riau. Dia lebih fokus kepada perjuangan hak-hak wanita dan perhatian pemerintah dan kampus terhadap mahasiswa yang kurang mampu, yang datang dari desa, pintar dan berprestasi, tetapi orangtuanya kurang mampu, supaya pemerintah memberi subsidi lebih dari biaya kuliah juga serta penyesuaian kurikulum atau pembelajaran dengan tuntutan dunia kerja. Sementara Budi lebih moderat, membawa issu tentang kemajuan kampus seperti penambahan dan perbaikan fasilitas belajar dan pengembangan diri, khususnya laboratorium, fasilitas ruang komputer dan internet. Melihat AD/ART Senat Mahasiswa, bahwa sistem pemilihan face to face. Misalnya Arman dan Cintya di adu terlebih dahulu, pemenangnya akan berhadapan dengan Budi. Tentang siapa yang akan di adu duluan, menjadi hak preorgatif Ketua Panitia Pemilihan. Pada Hari H pemilihan, ternyata yang diadu duluan adalah si cantik Cintya dan Budi, cowok polos tapi senang bergaul. Dari hasil perhitungan suara yang memilih ternyata yang keluar sebagai pemenang adalah Budi. Kemudian tentu Budi harus berhadapan dengan Arman yang cukup terkenal dan disegani dikampus. Ketika final perhitungan hasil pemilihan sudah dihitung, semua peserta dan para pendukung, kaget dan kecewa, terutama pendukung Arman dan Cintya tentunya, karena panitia menetapkan sebagai pemenang adalah Budi. Akhirnya heboh dan banyak tuduhan bahwa Budi memainkan politik uang, karena memang dia adalah anak seorang saudagar kaya dan pemilik perkebunan sawit yang luas di Bagan Siapi-api. Protes tertulis dan lisan di sampaikan ke panitia akan kecurangan tersebut. Termasuk pers kampus juga banyak membuat tulisan adalah kampus.
Namun bila dibuat perhitungan matematika, ternyata kedua persoalan di atas punya jawaban secara matematika. Nah, bagi teman-teman pembaca, yang bersedia memberikan jawaban atas persoalan di atas, akan kami berikan hadiah khusus, meskipun belum istimewa. Karena persoalan ini masih yang sederhana, akan kami lanjutkan dengan persoalan matematis yang lebih serius dan tentu hadiah akan lebih mantap, termasuk hadiah khusus dari SB1M dan Synergy. Asyik dan menantang bukan?!. Selamat bermain, semoga bermanfaat. Terima kasih. YFS


