header niko 728 x 90

Jumat, 22 Juli 2011

KEBAHAGIAAN SEJATI, DIMANA...???


FillanSam-Saya baru saja menyaksikan sebuah tayangan di televisi. Lagi-lagi saya terhenyak. Ternyata begitu sulit menemukan sebuah kondisi hati yang disebut -bahagia-. Kata sederhana yang sarat makna.
Segala limpahan materi, ketenaran, karier yang bersinar, keindahan fisik, keutuhan keluarga, teman setia, sahabat sehati bahkan pengagum yang berjuta, tidak pernah bisa menimbulkan rasa bahagia sejati. Rasa bahagia yang langgeng dan terus menerus.
Bila kita pandai mengendalikan hati kita agar selalu ada pada kondisi nyaman, tenang, teduh dan selalu bersyukur atas semua berkah yang sudah diterima, maka rasa bahagia bisa datang menghampiri.
Rasa bahagia itu akan menetap, bila kondisi hati senantiasa berada pada posisi stabil. Tidak pernah terburu-buru karena hal-hal yang seharusnya dengan sabar kita lalui. Tidak panik melihat keberhasilan orang lain. Atau tidak cemas melihat orang-orang sudah berada jauh di depan kita.
Kebahagiaan bukan makanan atau minuman instan. Bukan pula suplemen yang bisa dirasakan langsung khasiatnya. Kebahagiaan adalah proses menjaga hati agar bisa menerima semua kondisi dengan sewajarnya.
Bila kita sudah bisa meyakini, bahwa setiap perbuatan ada ‘hadiahnya’, maka buat apa kita mencoba melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak pantas kita lakukan. Bukankah perbuatan tidak pantas itu akan menuai ‘hadiah’ juga?
‘Hadiah’ dari perbuatan tidak terpuji itu biasanya berupa ketidakpuasan, penyesalan atau ketidakbahagiaan.
Kebahagiaan berada seiring dengan kebaikan. Dengan ketulusan. Dengan rasa syukur terhadap semua karunia dari Sang Pencipta.
Kebahagiaan hanya datang pada hati yang jernih menatap hidup. Hati yang bening menjalani semua ujian dan cobaan. Hati yang memang pantas untuk dihampiri oleh sebuah kebahagiaan.
Kebahagiaan diperoleh dari "rasa syukur" terhadap apa yang kita dapatkan, berupaya mencintai apa yang kita miliki, bersukur apa yang ada pada diri kita. Sebaliknya "ketidakbahagiaan" sering datang ketika kita hanya memikirkan apa yang belum kita miliki.
Ketika kita mempunyai suatu rencana atau tujuan, kemudian kita buat rencana dengan sebaik-baiknya, kita bicarakan dengan terbuka kepada Tim atau Keluarga, kemudian kita upayakan dengan iklas dan sepenuh hati dan sepenuh daya upaya kita, apapun hasilnya, kita lihat sebagai suatu keberhasilan dan pembelajaran kemudian kita bersyukur masih dimampukan untuk berencana dan berupaya, maka akan timbul kebahagiaan dalam diri dan hati kita.
Kebahagiaan sejati sesungguhnya berada di dalam hati (fillansams)