header niko 728 x 90

Jumat, 27 Maret 2015

IBADAT SABDA BULANAN LINGKUNGAN ST. PETRUS KANISIUS


11 April 2015
Pemimpin Ibadat: Yoh. Fillan Samosir

1. Lagu pembukaan : PS NO.542: 1-3

2. Tanda Salib dan Salam 
P : Demi Nama Bapa ……
U : Amin
P : Semoga rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus beserta kita. 
U : Sekarang dan selama-lamanya.

3. Kata pengantar
Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus.
Umat atau Gereja adalah perhimpunan atau persekutuan umat beriman yang dijiwai semangat injil. Umat dalam kelompok kecil biasanya disebut lingkungan. Umat lingkungan merupakan bagian konkret Gereja Universal, secara langsung hidup dan membaur di tengah-tengah masyarakat umum. Oleh karena itu , secara langsung mereka dapat memberi kesaksian Injil Yesus Kristus, sebagai garam dan terang bagi masyarakat sekitarnya. Umat semacam itulah yang yang dapat menjadi inspirasi bagi kita, agar kegiatan lingkungan yang kita laksanakan selama ini menjadikan kita semakin rukun bersatu, rela berkorban dan ikut terlibat dalam kehidupan menggereja dan masyarakat.
Walaupun umat di lingkungan kita dapat dikatakan masih jauh dari idaman tersebut, tetapi setiap langkah yang kita lalui ( misalnya umat yang mulai rajin berkumpul, kesadaran untuk ikut serta dalam kegiatan gereja atau RT/RW, perhatian pada pelayanan kepada umat yg membutuhkan berupa komunikasi, saling mengunjungi, melakukan aksi sosial, juga aktivitas kita dalam kegiatan gereja baik kutunggu maupun non liturgis, termasuk memimpin ibadat dalam pertemuan lingkungan, menjadi pengurus lingkungan, wilayah dan sebagainya perlu kita syukuri. Marilah kita satukan hati kita dalam doa agar kita semu pantas menghadap Tuhan. 
Peringatan akan Santo/Santa Hari ini 11 April:4. Pernyataan Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, kami seringkali malas bersyukur dalam setiap tugas-tugas hidup kami. Tuhan, kasihanilah kami
U: Tuhan, kasihanilah kami….
P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau sungguh taat kepada Bapa, namun kami tidak banyak mentaati kehendak Bapa yang begitu baik kepada kami. Kristus, kasihanilah kami
U: Kristus, kasihanilah kami….
P: Tuhan Yesus Kristus, pimpinlah kami agar mampu mengikuti jejakmu, bersyukur, dan berani berkorban demi kepentingan bersama, sehingga pantas menjadi murid-muridmu. Tuhan, kasihanilah kami
U: Tuhan, kasihanilah kami…
P: Semoga Allah yang Mahakuasa dan Maharahim mengasihi kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan mengahantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

5. Doa Pembukaan
Ya Allah, Bapa kami yang maharahim, kami bersyukur dan berterima kasih karena pada hari ini Engkau berkenan mempersatukan kami dalam doa ini. Kami umat-Mu di lingkungan St. Petrus Kanisius, telah engkau limpahi rahmat-Mu, sehingga kami dapat hidup rukun bersatu dalam karsa dan karya. Semoga apa yang telah kami laksanakan , lebih-lebih dalam hal ikut ambil bagian dalam kegiatan liturgis dan non liturgis utk membangun komunitas basis kami dapat menambah semangat kami untuk membangun lingkungan yang semakin hidup dan berkembang dalam iman. Ini semua kami mohon demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, dalam persekutuan dg Roh Kudus, kini dan sepanjang masa. Amin

6. Bacaan Kitab Suci
Bacaan pertama:
Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya.Dan setelah mereka menyuruh rasul-rasul itu meninggalkan ruang sidang, berundinglah mereka,dan berkata: "Tindakan apakah yang harus kita ambil terhadap orang-orang ini? Sebab telah nyata kepada semua penduduk Yerusalem, bahwa mereka telah mengadakan suatu mujizat yang menyolok dan kita tidak dapat menyangkalnya.Tetapi supaya hal itu jangan makin luas tersiar di antara orang banyak, baiklah kita mengancam dan melarang mereka, supaya mereka jangan berbicara lagi dengan siapa pun dalam nama itu."Dan setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus.Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah.Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar."Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga, sebab sidang tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena takut akan orang banyak yang memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi. (Kis 4:13-21)
Demikianlah Sabda Tuhan

Mazmur ( Mzm 118:1,14-15,18a-19,21)

Reff: Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! 

Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.Tuhan itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku.Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar.

Tuhan telah menghajar aku dengan keras, tetapi Ia tidak menyerahkan aku kepada maut.

Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada Tuhan.

Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.

Bacaan Injil:
P: Tuhan beserta kita 
U: Sekarang dan selama-lamanya.
P: Inilah InjilYesus Kristus, menurut Santo Markus (Mrk, 16: 9 –15)
U: Dimuliakanlah Tuhan

Pembacaan dari Injil Markus Bab 16:9-15:
Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya.Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. (Mrk 16:9-15)

P: Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U: SabdaMu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
P. Demikianlah Injil Kristus
U: Terpujilah Kristus

7. Homili Singkat

Sebagai Homili malam ini, saya akan bacakan Riwayat Hidup 3 Santo dan Santa yg di rayakan hari ini 11 April, semoga dapat menjadi Teladan bagi hidup kita, sbg bukti kesetiaan umat terhadap imannya kepada Tuhan Allah kita dan kepada gereja, sbg Wujud Cinta Kasih Yesus, sbb:

1. Santo George Gersave OSB, Martir 

Sewaktu masa mudanya, George terkenal sebagai anggota pembajak laut pimpinan Francis Drake. Namun ia kemudian bertobat dan menajadi imam. Ia dihukum mati karena melayani umat di Inggris. George meninggal dunia pada tahun 1608.
2. Santa Gemma Galgani, Perawan

Gemma Galgani lahir di Camigliano, Tuscany, Italia pada tanggal 12 Maret 1878. Ketika berumur dua tahun, Gemma kecil tinggal di rumah seorang sanaknya karena beberapa anggota keluarganya, terutama ayah dan ibunya penderita penyakit TBC Sinkron. Hal ini ditempuh dengan maksud agar Gemma tidak terjangkiti penyakit ganas itu. Di sana ia bertumbuh besar dengan baik. Pada umur sembilan tahun, ia menerima komuni pertama. Semenjak itu ia bertekad menempa dirinya menjadi orang yang rajin berdoa. Ia tampak sederhana dalam berpakaian namun menyimpan dalam hatinya suatu kesucian hidup yang luar biasa. Pada suatu ketika tatkala sedang berdoa di gereja untuk ayah dan ibunya yang sedang sakit, tiba-tiba ia mendengar suata suara ajaib: “Gemma, bolehkah ibumu Kuambil?” Tanpa banyak berpikir, Gemma menyahut suara itu: “Ya, boleh Tuhan! Tetapi saya juga turut”. “Tidak! Kali ini hanya ibumu. Kelak, Gemma boleh juga turut ke surga!” balas suara itu. 

Ketika Gemma berumur 20 tahun, ayahnya meninggal dunia. Ia ditinggalkan ayahnya dalam keadaan miskin dan melarat. Dalam keadaan itu, sebagai anak perempuan tertua, ia harus mengurus adik-adiknya. Betapa berat beban yang ditinggalkan orang-tuanya. Sementara itu penyakit TBC yang ganas itu mulai perlahan-lahan menyerangnya juga. Penyakit inilah yang menjadi penghalang terbesar baginya dalam melaksanakan tugas sehari-hari, terutama dalam mewujudkan cita-citanya menjadi seorang suster Passionis. Permohonannya untuk menjadi suster Passionis ditolak karena penyakit yang dideritanya itu. Tetapi ia tidak putus asa.

Ia percaya bahwa penyakit itu bisa disembuhkan. Untuk itu ia berdoa untuk memohon kesembuhan. Ia melakukan novena kepada Santo Gabriel Porssenti (1838-1862), seorang imam Passionis, yang menjadi tokoh pujaannya. Tuhan ternyata mengabulkan permohonan Gemma dengan memberikan penyembuhan ajaib kepadanya. Meskipun demikian, kesehatannya tidak pulih seluruhnya, sehingga cita-citanya untuk menjadi suster passionis tetap tidak terwujudkan. Oleh karena itu, ia bertekad untuk menghayati hidup baktinya kepada Tuhan di rumah seorang wanita Katolik, tempat ia bekerja sebegai pembantu rumah tangga. Dalam cara hidup demikian, Gemma ternyata bisa mengalami suatu kedekatan yang mendalam dengan Tuhan. Ia mengalami banyak peristiwa ilahi dalam hidupnya, dan dikaruniai kelima luka Yesus (stigmata) pada kaki, tangan, dan lambungnya, serta luka-luka pada kepala Yesus karena tusukan mahkota duri. Selain mengalami penderitaan badani, Gemma juga mengalami penderitaan batin yang hebat karena celaan orang-orang sekitar terhadap cara hidupnya. 

Gemma sadar bahwa ia mendapat tempat istimewa dalam hati Tuhan. Namun ia tetap rendah hati dan menganggap dirinya lebih rendah daripada orang-orang lain di hadapan Tuhan. Akhirnya, sebagaimana pernah didengarnya sendiri dari suara ajaib itu, Gemma dipanggil menghadap Tuhan pada tanggal 11 April 1903 di Lucca, Tuscany, Italia. Dikemudian hari oleh Paus Pius XII (1939-1963) Gemma dinyatakan ‘Kudus’ pada tanggal 2 Mei 1940, gelar Kudus ini diberikan kepada Gemma bukan karena pengalaman rohaninya yang luar biasa, melainkan karena kesucian hidup dan kerendahan hatinya baik di hadapan sesamanya maupun di hadapan Tuhan.
3. Santo Stanislaus, Uskup dan Martir

Santo Stanislaus lahir di Szczepanow, Polandia selatan pada tanggal 26 Juli 1030. Ketika itu ibu-bapanya sudah memasuki usia senja. Boleh dikatakan Stanislaus adalah hadiah Allah kepada kedua orangtuanya yang tidak kunjung putus berdoa untuk mendapatkan seorang anak. Ibu bapanya mempersembahkan kembali dia kepada Allah yang telah mengabulkan permohonan mereka.

Ketika meningkat remaja, Stanislaus ternyata menunjukkan kepintaran yang luar biasa. Cita-cita hidupnya hanya satu, yakni menjadi abdi Allah sebagai seorang rahib. Cita-cita luhur ini baru terwujud setelah kedua orangtuanya meninggal dunia. Sebagai anak tunggal, ia tidak mempunyai suatu keterikatan kepada siapapun. Ia melepaskan segala-galanya, termasuk harta warisan orangtuanya lalu memasuki pendidikan imamat. 

Ia ditabhiskan menjadi imam setelah menyelesaikan studinya di Gniezno, Polandia Barat. Dalam karyanya ia terkenal sebagai pengkhotbah ulung di Katedral Krakow. Kerajinan, kesalehan dan kepandaiannya membuat dia sangat berpengaruh di seluruh ke uskupan Krakow dan Kerajaan Polandia. Akhirnya pada tahun 1072, ia ditabhiskan menjadi uskup di kota Krakow atas restu Paus Aleksander II (1061-1073).

Pada masa kepemimpinannya, Kerajaan Polandia di kuasai oleh Raja Boleslaus (1058-1079), seorang raja yang cakap tetapi sombong dan cabul. Nafsu kuasanya yang besar mendorongnya melakukan perbuatan-perbuatan tidak terpuji di hadapan mata rakyatnya. Ia menikahi dengan paksa isteri seorang prajuritnya. Perbuatan ini merupakan contoh yang sangat buruk bagi seluruh rakyat. Mendengar berita itu, Uskup Stanislaus segera berangkat ke istana untuk menegur raja. Karena Boleslaus tidak peduli akan tegurannya, ia mengekskomunikasi Boleslaus dari Gereja.

Tindakan ekskomunikasi inipun tidak dihiraukan. Boleslaus tetap masuk ke Gereja untuk mengikuti kurban misa seperti sedia kala. Pada suatu ketika, ia mengikuti perayaan misa kudus di gereja katedral. Ketika imam, pemimpin misa itu melihat Boleslaus ikut serta dalam perayaan itu, ia segera menghentikan perayaan dan meninggalkan altar. Boleslaus marah dan dengan pengawal-pengawalnya segera mencari Uskup Stanislaus yang mengekskomunikasinya. Mereka menemukan dia di kapelnya. Stanislaus yang sedang merayakan misa pada saat itu ditangkap dan dibunuh dengan kejam. Peristiwa naas ini terjadi pada tahun 1097. Stanislaus dikuburkan disebuah kapela dan pada tahun 1088 dipindahkan di Gereja Katedral Krakow. Ia digelari kudus oleh Sri Paus Innocentius IV (1243-1254) pada tahun 1523.

Demikian riwayat hidup singkat 3 Santo dan Santa yg dirayakan hari ini. Dengan percaya kepada Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus, maka segala masalah, ancaman hidup dan penderitaan hidup, bukan sebagai penghalang atau hukuman dr Tuhan, tapi cobaan sbg jalan berkomunikasi dg Allah. Semoga menginspirasi dan sebagai teladan bagi hidup kita. Semoga Allah yg maha Agung dan Tuhan Yesus yg sungguh baik serta Roh Kudus yg selalu menyertai dan memberkati kita semua. Amin

8. Sebagai pernyataan iman atas sabda Tuhan yang baru saja direnungkan marilah kita doakan bersama sama “ Aku percaya …….

9. Doa Umat
P: Saudara-saudari, Allah Bapa kita yang maha kasih telah membebaskan manusia dari dosa-dosanya berkat kerahiman-Nya. Atas kesatuan yang kita alami pada hari ini, marilah kita bersyukur dan memanjatkan doa-doa kepada-Nya.

P: Bagi kita dalam meniti kehendak Allah.
Semoga Tuhan membimbing setiap langkah kita agar kita dapat kembali meniti jalan yang dikehendaki-Nya. Marilah kita mohon ....
U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan

P: Bagi karya kita.
Semoga segala karya kita berkenan kepada Tuhan dan diberkati sehingga orang yang melihat dan merasakannya menjadi tertarik untuk mengikuti Yesus Kristus, Tuhan kita. Marilah kita mohon .....

U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan

P: Bagi kita agar tidak menjauhkan diri dari Tuhan.
Semoga kita tidak pernah melupakan kebaikan Tuhan yang tidak menghendaki dan membiarkan seorang pun anak-anak-Nya hilang. Marilah kita mohon .....

U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan

P: Bagi semangat kristiani yang sejati.
Semoga kita tidak sombong apabila berhasil dan juga tidak gampang menyerah manakala menghadapi kesulitan dan tantangan. Marilah kita mohon ......

U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan

P: Bagisemua orang yang kita jumpai. 
Semoga kita dapat menjadi tangan-tangan Tuhan yang melindungi dan menjaga orang-orang yang lemah dan yang membutuhkan pertolongan sehingga kehadiran kita menjadi berkat bagi siapapun yang kita jumpai. Marilah kita mohon .....
U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan

P: Bagi kita semua. 
Semoga kita yang berhimpun disini senantiasa berusaha untuk saling meneguhkan dan menguatkan dalam iman dan berjuang melaksanakan panggilan Tuhan menjadi garam dan terang bagi sesama kita. Marilah kita mohon .....
U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan

P: Marilah kita hening sejenak kita sampaikan ujub pribadi kita masing-masing ke hadirat Allah. ( hening sejenak ) Marilah kita mohon ......
U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan

P: Ya Bapa yang mahabaik, demikian curahan hati kami keluarga besar lingkungan St
Petrus Kanisius . Semoga Engkau mendengarkan dan mengabulkan doa-doa kami dan melimpahi kami dengan berkat dan rahmat-Mu. demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, dalam persatuan dg Roh Kudus utk selama-lamanya.

U: Amin

10. Kolekte dan diiringi dg lagu persembahan: 
                                  KASIH

Kasih pasti lemah lembut, kasih pasti memaafkan
Kasih pasti murah hati, kasihMu kasihMu Tuhan

REFF.......2X

Ajarilah kami ini saling mengasihi
Ajarilah kami ini saling mengampuni
Ajarilah kami ini kasihMu ya Tuhan
KasihMu kudus tiada batasnya

Doa Persembahan:
Ya Allah, kami mohon sudilah memberkati dan menerima persembahan kami ini sebagai persembahan yang sempurna, yang benar, dan yang berkenan pada-Mu, utk kami gunakan demi kemuliaanMu dan kegiatan Evangeliser kami di Lingkungan St.Petrus Kanisius ini. Demi PutraMu terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus dalam persekutuan dg Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

P: Marilah kita satukan doa dan ungkapan syukur kita dengan doa yang telah diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri : Bapa Kami …..

10. Doa Penutup :
Allah Bapa yang Maharahim, kami bersyukur karena dari Engkau sendiri kami semakin mengenal-Mu melalui hidup dan karya Putera-Mu, Yesus Kristus. Semoga persekutuan kami, komunitas basis kami, menjadi komunitas yang menyembuhkan, komunitas yang mengembangkan iman kami, dan menjadi komunitas yang meneguhkan dalam hal kebaikan demi Yesus Kristus Tuhan dan pengantara, dalam persekutuan dg Roh Kudus, yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

11. Berkat dan Pengutusan
Bapak, Ibu, Saudara, Saudari yang terkasih, sebelum kita akhiri ibadat kita malam ini, marilah kita mohon berkat Tuhan.
P: Tuhan Beserta kita
U: Sekarang dan selamanya.
P: Semoga kita selalu dibimbing oleh berkat Alah Yang Maha Kuasa
+ Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U: Amin. 
P: Dengan demikian ibadat kita malam hari ini sudah selesai.
U: Syukur kepada Allah.

12. Lagu Penutup PS: 638

P: Terima kasih Selamat Malam

Kami kembalikan ke Pengurus Lingkungan